Arsip Kategori: Otomotif

radiator

Penggunaan Wiper dan Coolant yang Baik dan Benar

Suhu udara pada tempat parkir mobil umumnya sangatlah panas. Ditambah lagi, bila parkiran itu ada di luar ruang hingga mobil menerima cahaya matahari langsung dalam waktu yang lama. Pasti, kurang lebih ini bisa mempengaruhi exterior mobil.

Beberapa efek yang buruk itu ialah bahan-bahan pada mobil yang dibuat dari karet akan jadi mengeras, tidak kecuali karet pada wiper. Bila wiper mengeras, hal ini akan membuat wiper kala kita pakai malah menambah potensi wiper untuk menggores kaca mobil.

Karenanya, lakukan untuk terus menegakkan tangkai wiper supaya tidak melekat langsung pada kaca. Karena, kaca adalah konduktor panas. Dengan terus melekat dalam tempo yang lama, karena itu kekuatan karet wiper getas akan bertambah.

radiator

Langkah lain yang bisa Kita lakukan selain menegakkan tangkai wiper ialah melapisi sisi karet yang bersentuhan dengan kaca mobil, baik dengan koran atau pelapis yang lain. Walau gunanya sama, tapi ada keuntungan lain yang didapatkan dari langkah ini.

Sering menegakkan wiper bisa membuat kerusakan pegasnya bertambah cepat. Karena itu, walau cukup ribet dibandingkan cuma menegakkan wiper, langkah ke-2 ini lebih bagus dibandingkan langkah pertama.

Semestinya, parkir baiknya diusahakan di ruang yang terproteksi dari cahaya matahari. Tapi, hal itu pasti tidak dapat setiap waktu bisa dikerjakan. Tapi sekarang Anda tahu apa yang perlu dikerjakan, seperti menegakkan wiper untuk menjaga mobil masih Anda tetap aman.

Jangan Gunakan Coolant Pada Radiator Mobil Bekas

Tentu Anda bertanya-tanya kenapa kita dilarang keras memakai coolant pada radiator mobil yang tidak baru atau bekas? Walau sebenarnya, cairan itu mempunyai kelebihan daripada air biasa?

Memang, radiator coolant mempunyai bermacam kegunaan. Tetapi, cairan ini dianjurkan dipakai hanya pada mobil baru Anda. Untuk mobil second, sebaiknya lakukan kontrol radiator terlebih dulu.

Ya, jika pemilik awalnya rajin memakai coolant, Anda tidak usah kuatir untuk menggunakan cairan yang sama. Tetapi jika tidak, jangan Anda coba-coba.

Dilansir dari otoaja.com, penggunaan radiator yang memakai air menyebabkan jalan air di kepala silinder sampai blok mesin berkarat. Otomatis terjadinya pemakaian coolant yang biasanya mempunyai senyawa kimia anti karat bisa membuat semua karat rontok serta memunculkan permasalahan baru.

Penggunaan coolant ini akan menjadikan karat yang ada di radiator tersebut rontok, hingga pada akhirnya akan menimbulkan lubang di antara jalan air dengan jalan oli di radiator. Hal ini akan mengakibatkan air serta oli pada akhirnya akan tercampur pada mesin mobil.

Selanjutnya, sinyal oli serta air bersatu pada mesin dapat Anda amati saat mengecek dipstick oli. Waktu diseka dengan lap bersih (berwarna putih) akan kelihatan seperti warna kopi susu.

Jika keadaan ini terus berlangsung, mobil second yang sedianya dibeli untuk mendukung mobilitas malah membuat kantong Anda bobol. Karena, Anda butuh menyiapkan dana untuk melakukan proses overhaul atau minimal kuras mesin.

Dalam masalah ekstrim, permasalahan ini membuat pemilik kendaraan harus membayar mahal untuk mengubah kepala silinder. Jadi, cerdaslah dalam beli mobil bekas serta menjaga mobil Anda!