Learn New Language
Belajar Bahasa Baru

English None

Bahasa IndonesiaSebagai mahasiswa PAI, saya dituntut untuk mampu berbahasa Arab dan zaman ini cakrawala pengetahuan akan terbuka luas bagi orang yang mampu berbahasa Inggris, maka saya harus pula bisa berbahasa Inggris.

Saya ingin sekali bisa menguasai bahasa tersebut.

Oleh sebab itu saya selalu bertanya pertanyaan yang sama pada orang yang memiliki kemampuan bahasa asing yang cukup fasih, “Bagaimana caramu belajar bahasa?” semuanya memiliki jawaban yang kurang lebih sama seperti, banyak membaca, menonton film, mendengarkan lagu dan jawaban klise semacamnya.

Jawaban ini cukup mengecewakan karena saya merasa tidak mendapatkan kemajuan yang berarti dari cara-cara tersebut.

Seharusnya ada satu jawaban yang memukau yang menjadi jawaban kunci yang membedakan antara cara belajar mereka dan cara belajar orang biasa.

Saya pernah bertanya dengan orang yang belajar bahasa Jepang mengenai alasannya belajar bahasa Jepang. Ia mengatakan ia senang belajar bahasa Jepang karena bahasa Jepang itu lucu.

Ini adalah jawaban yang paling aneh, bagaimana mungkin seseorang mempelajari bahasa tanpa jelas tujuannya untuk apa dan mempelajarinya hanya sekedar bahasa itu lucu saja.

Saya bertanya pada orang-orang ini mengenai alasan mengapa mereka mempelajarinya dan bagaimana mereka mempelajarinya. Saya menayadari keberhasilan seseorang dalam sesuatu hal adalah karena “Why” atau alasan mengapa mereka melakukan itu dan “How” bagaimana mereka melakukannya.

Saya bertanya tentang “How” atau bagaimana cara mereka belajar bahasa. Tetapi tidak bertanya “Why” mengapa <edited required>

Jawaban – alasan belajar bahasa Jepang karena lucu – memberikan satu pemahaman baru bahwa yang terpenting bahkan bukan alasan seseorang belajar dan bagaimana mereka belajar tetapi bagaimana mereka menikmati proses belajarnya.

Inilah yang membedakan mereka yang menguasai bahasa asing dan tidak. Mereka yang berorientasi pada hasil akan memperoleh kekecewaan saat menyadari masih sangat sangat sangat banyak kosa kata dan gramatikal yang harus dipelajari. Sedangkan mereka yang menikmati prosesnya tidak memikirkan dan tidak terbebani oleh hasil-hasil tersebut.

Berorientasi pada proses alih-alih hasil adalah ilmu baru yang saya pelajari dari buku Atomic Habit. Silakan simak Rangkuman Buku Atomic Habbit.

Jika anda ingin belajar bahasa baru, ikuilah saran berikut ini:

1. Rileks

Tenanglah, jangan tegang. Belajar bahasa tidak bisa satu malam, satu minggu, satu bulan, satu tahun atau bahkan lima tahun!

Cobalah buka KBBI, kamu akan temukan sangat banyak sekali kosa kata asing yang nggak pernah kamu ucapkan.

Meskipun sangat banyak sekali kosakata yang tidak kamu ketahui, kamu tetap bisa berkomunikasi dan memahami jurnal ilmiah dengan baik.

Meskipun kamu sudah mempelajari bahasa selama 5 tahun, bukan berarti kamu akan menghafal kamus Oxford. Kamu tetap akan menemukan banyak sekali kosa kata asing, tapi itu tidak masalah!

Nikmati prosesnya.

Just relax.

2. Tujuan yang tepat

Banyak orang menetapkan tujuan belajar bahasa mereka untuk mencapai skor tertentu. Padahal bahasa sendiri ada untuk berkomunikasi dan tujuan yang tepat adalah untuk bisa berkomunikasi dengan baik.

Komuniasi seperti membaca, mendengar, dan mengucapkan.

3. Interaksi dengan bahasa tersebut

Semua orang pasti sepakat cara terbaik belajar bahasa adalah dengan berkunjung langsung ke luar negri tempat dimana orang-orang menggunakan bahasa tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *