Website Mistake What Was I Do
Kegagalan Website yang Saya Lakukan

English None

Bahasa IndonesiaAwalnya mengenal mengenai blog pada akhir kelas 3 SMA. Saat itu saya masuk ke halaman penjualan Formulabisnis.com dengan produk SMUO (Sistem Mesin Uang Otomatis) -nya milik Joko Susilo, seorang internet marketer. Intinya, dalam halaman penjualan itu dijelaskan betapa mudahnya mendapatkan uang melimpah dengan bloging dengan mengikuti panduan ebooknya.

Produknya
Landing pagenya

Saat SMA saya tidak pernah melihat halaman penjualan itu lagi dan tertarik untuk membuat sebuah blog. Blog pertama saya dibuat di WordPress.com. Setelah blog dibuat, saya tidak langsung menulis, saya terus memperbaiki tampilan blog saya, sama seperti para blogger pemula lakukan.

Saya bahkan menambah dan mengganti domain blog hingga memiliki beberapa domain di blogspot. Saya saat itu tidak langsung menulis blog karena saya tau bahwa kalau saya menulis, belum tentu ada yang membaca karena blog saya tidak lantas masuk di halaman pertama.

Dari sinilah saya tertarik mempelajari SEO (Search Enguine Optimization), yaitu satu cara mengoptimasi blog agar tampil di halaman pertama mesin pencari. Saya tidak menulis satupun artikel yang layak dan panjang, namun sudah menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk mempelajari SEO. Namun saya mendapati banyaknya reverensi yang saya dapatkan memiliki acuan yang berbeda, dan saya berpikir seharusnya saya memiliki mentor yang mengajarkan saya mengenai SEO.

Kemudian saya bertemu dengan kursus online yang bernama AsianBrain yang dibina oleh praktisi internet marketing Indonesia yang sekelas dunia yaitu Anne Ahira. Saya mengikuti kursus online dan mempelajari banyak sekali hal-hal baru dan memiliki acuan baru dalam berpikir. Saya pun mempraktekan yang diajarkan, saya membuat sebuah blog yang bernama CariDuitYuk.com (klik untuk melihat bagaimana website itu waktu itu).

CariDuitYuk.com adalah situs yang benar-benar saya banggakan sekali karena sebagai anak kelas 10 SMA, saya sudah mempunyai website sendiri. Disana saya menulis hal-hal yang saya minati yaitu seputar bisnis dan pengembangan diri. Anne Ahira mengajarkan untuk membuat website dengan topik yang disenangi sebagaimana yang saya lakukan.

Saya menulis dengan antusias dengan sepenuh hati dan pikiran. Namun muncul hal yang mengganjal di dalam diri. “Saya membahas topik bisnis dan mengajarkan tentang bisnis, namun saya sendiri tidak punya bisnis.” Pernyataan itu membuat semangat saya untuk mengembangkan website tersebut mulai pudar, ditambah trafik yang tak kunjung naik. Sudah 30 an artikel ada di website ini, tetapi pengunjung nyaris 0. Saya baru sadar sebenarnya saya menargetkan kara kunci cariduityuk sebagai kata kunci. Memang mendapatkan rangking di Google, tapi siapa yang mau mencari artikel dengan kata kunci itu? Tidak ada.

Mulailah saya mencoba mendulang uang dari internet dengan membuat website baru, dengan tema baru dengan menerapkan SEO. Saya melihat Anne Ahira waktu itu membuat website jerawat dengan tingkat persaingan serp yang rendah. Saya mencoba mencari keyword yang mudah dan menurut saya waktu itu topik jerawat juga menjadi keyword cukup bagus dengan pencarian banyak.

Akhirnya saya memilih website dengan topik jerawat dengan kata kunci “menghilangkan jerawat dengan cepat” dengan domain membersihkanjerawatdengancepat.com (saya salah memilih domain, seharusnya “menghilangkan” malah “membersihkan”) setelah itu saya membuat 30 artikel tentang jerawat dengan Long Tail Keyword, atau keyword panjang.

Setelah saya analisa, saya tidak mungkin gagal karena:

1. Saya mengikuti contoh dari Anne Ahira, waktu itu ia membuat situs serupa dengan cara serupa dengan domain Acnefreemedication.com yang dicontohkan beliau.

2. Saya memiliki kata kunci panjang di setiap artikel, saya mempunyai kata kunci utama dan turunan. Panjang artikel 1000 kata.

3. Artikel ada 30, sangat banyak dibandingkan dengan situs kecantikan yang saat itu bertengger di halaman pertama yang berikisar antara 3-5 saja yang di dalam blognya membahas mengenai jerawat.

Google akan memilih website saya untuk pencarian situs jerawat karena:

1. Panjang artikel 1000 kata dengan sub heading, Google akan menganggap artikel cukup lengkap.

2. Banyak tersebar kata kunci sehingga Google tahu apa yang dibahas di dalam artikel.

3. Artikel yang dibahas banyak mengenai jerawat dan hanya membahas seputar jerawat, Google akan menganggap situs saya terpercaya karena dalam satu web saya hanya membahas jerawat hingga 30 artikel.

Namun setelah berbulan-bulan itu semua tidak seindah kenyataan. Situs saya tidak kunjung merangkak naik dan jumlah pengunjung lagi-lagi nyaris nol.

Saya frustasi dan tidak habis pikir mengapa bisa begini. Setelah saya pelajari, ternyata mungkin karena saya tidak memasang backlink disana.

Jadi Google menganggap suatu blog lebih baik atau tidak adalah berdasarkan banyaknya jumlah blog lain yang menjadikan web tersebut sebagai reverensi. Website akan memberikan website link ke website lain sebagai acuan. Nah, web yang dijadikan acuan ini akan baik dimata Google. Dan saya tidak memilikinya.

Saya akhirnya menggunakan jasa backlik untuk menanam sekitar 3000 backlik ke website saya, wow jumlah yang sangat banyak dengan harga Rp. 350.000,- saja.

Setelah itu web saya memuncaki halaman pertama Google? Sayangnya tidak.

Sama sekali tidak ada perubahan. Dan itu menjadi misteri hingga 2 tahun berikutnya. Website membersihkanjerawatdengancepat.com saya pertahankan hingga 2 tahun untuk mempelajari ada apa dengan website ini, mengapa ia tidak rangking juga.

Saya tidak lagi memikirkan website itu dan sudah menyerah soal SEO. Saya ingin membuat website baru mengenai topik yang saya kuasai, mengandalkan pendapatan dari bisnis produk digital dengan sistem afiliasi. Sumber trafik nantinya saya akan mengandalkan Google Ads. Saya memilih dengan topik Hipnotis.

“Kali ini tidak boleh gagal.”

Saya mulai membuat situs CaraBelajarHipnotis.org dan setelah website jadi dan tanpa diduga artikel banyak yang masuk halaman pertama Google! Padahal saya menulis hanya 500 kata, tidak memikirkan SEO dan visitor berdatangan. Saya melupakan Google Ads dan mulai kembali mengembangkan SEO web saya. Selain itu saya membagikan ebook gratis bagi yang memberikan email dan nomor HP nya. Setelah itu saya mulai menawarkan ebook ke 1000-an database saya yang terkumpul.

Hasilnya? tidak ada yang membeli.

Ternyata menjual produk digital cukup sulit. Harapan saya hilang.

Saya memutuskan untuk tidak memperpanjang domain. Dan saat website tersebut tutup. Ada SMS datang kepada saya agar websitenya jangan ditutup karena ia belajar banyak dari website tersebut. Ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan sekali bagi saya, seorang pembaca langsung mengirimkan SMS kepada saya seperti itu, mungkin banyak juga yang merasakan kekecewaan atas tutupnya web itu sama seperti ia. Tapi keputusan saya sudah bulat, saya tidak akan melanjutkannya.

Disini saya sudah kelas 3 SMA, saya lihat kebelakang apa yang sudah saya lakukan dan apa yang telah saya dapatkan. Yup, saya tidak mendapatkan uang melimpah seperti yang Anne Ahira dan Joko Susanto katakan. Apa mereka salah? Tidak, saya menyalahkan diri sendiri atas kesalahan yang telah saya perbuat.

Saya berpikir, terlalu telat untuk mundur, saya sudah tercebur dalam internet marketing, sekalian tenggelamkan saja diri saya sepenuhnya di dalamnya. Tapi rasanya segala upaya yang saya lakukan hanya sia-sia belaka.

Di satu sisi saya melihat diri saya orang yang rugi karena telah menghabiskan banyak waktu, tenaga, pikiran untuk sesuatu hal yang sia-sia. Tetapi disisi lain, saya melihat saya adalah orang yang beruntung karena memiliki pengalaman yang tidak banyak orang miliki. Mengalami kegagalan beruntun yang sangat berguna sebagai anak muda yang sedang tumbuh, belajar menerima kekecewaan dan kegagalan. Sebuah pelajaran berharga menuju kedewasaan.

Saya tidak menyerah dan memulai kembali dari awal.

Semua perjalan blogging saya memiliki tujuan bagaimana membuat sistem dimana kita dapat menghasilkan passive invome dari web kita. Itulah sebabnya saya memilih AdSense dan affiliate untuk monotisasi.

Cita-cita besar saya adalah mendirikan dan memiliki startup teknologi yang berguna untuk kehidupan orang banyak. Saya tahu bahwa ini resikonya sangat tinggi untuk gagal. Tapi mengapa takut mencoba? Saya tidak ingin mengisi hari tua dengan penyesalan karena tidak melakukan hal ini, mari saya lakukan.

Saat tahun awal berkuliah, saya mulai memikirkan ide startup yang potensial dan berguna bagi orang banyak. Saya punya beberapa ide. Saya memutuskan untuk menggunakan domain Judala.com. Hal ini karena kata “Judala” tidak mempresentasikan apapun. Jadi jika satu ide gagal, saya bisa mulai membuat ide yang lain dengan domain yang sama.

Saat itu saya melihat situs Qlapa.com, situs marketplace yang menjual barang-barang kerajinan lokal. Saya berikir membuat hal yang sama, namun dengan membuat marketplace yang menjual barang-barang bekas dan daur ulang. Ini akan dapat mengatasi masalah lingkungan hidup.

Produk daur ulang biasanya bukan hasil pengolahan pabrik, jadi dapat membantu masyarakat dan UKM yang berminat memproduksi produk daur ulang. Ekonomi masyarakat dan UKM dapat meningkat sekaligus mengurangi sampah.

Saya sudah membeli domain Judala.com namun tidak tau harus dimulai dari mana, saya tidak bisa membuat marketplace, tidak punya jaringan dengan orang-orang pengolahan sampah, dan tidak punya tim. Jadi saya mendaftar dibeberapa startup inkubator, yaitu lembaga yang mendukung startup yang masih awal berdiri atau masih berupa ide. Bentuk dukungannya adalah pelatihan, pengembangan, membentuk tim, hingga pendanaan. Setelah mendaftar di beberapa startup inkubator, tidak ada yang lolos.

Setelah itu saya mengganti ide marketplace barang bekas menjadi webite ‘jasa desain foto menjadi kartun’ dengan sistem sayembara. Cara kerjanya pelanggan mengirim uang ke pada admin Judala, lalu beberapa desainer membuatkan desain yang diinginkan setelah itu pelanggan memilih satu gambar terbaik, kemudian desainer yang pilihannya terbaik mendapatkan uang.

judala

Mirip sistem Sribu.com. Bedanya jika Sribu.com sayembara logo, Judala sayembara ‘foto menjadi kartun’. Ide ini muncul karena melihat desainer di Facebook kesulitan mendapatkan pelanggan, selain itu mereka mengerjakan desainnya atas dasar kesenangan mereka saja, bukan dibayar. Mereka membuat wajah artis menjadi kartun sambil terus mengasah kemampuan mereka. Lalu, Judala memfasilitasi, daripada desainer menggunakan foto artis, lebih baik menggunakan foto orang yang memang ingin dibuatkan fotonya menjadi kartun dengan peluang mendapatkan uang.

Lalu saya mempublikasikan Judala.com di group Facebook desainer dan hasilnya… saya dibully! Ide ini sangat buruk karena bayarannya yang sangat rendah. Seseorang bahkan menshare profile saya dan mengatakan bahwa saya cuma anak SMA yang masih ingusan. Saya kecewa namun sebetulnya tidak terkejut. Saya sudah menduga kalau masyarakat kita, masyarakat Indonesia kurang menghargai gagasan orang lain termasuk gagasan saya tadi. Sebagian mendaftar dan uji coba saya lakukan. Saya mengirimkan foto yang hendak diubah menjadi kartun dengan bayaran Rp. 70.000,- waktu itu dan tidak ada satupun desainer yang mengirimkan karyanya.

Oke sistem ini tidak bekerja, mari coba yang lain.

Jadi saya mulai ide yang lain yaitu dengan membuat situs freelance seperti Fiverr.com. Saat itu pemain besar di Indonesia hanya Projects.co.id dan Sribulancer.com, belum dimasuki situs luar negri seperti Freelancer.com Truelancer.com, Fiverr.com dll.

Singkat cerita, saya buatlah situs tersebut dan saya senang ada yang mendaftar. Namun masalah yang dialami situs semacam ini adalah saya harus mencari freelancer dan pelanggan sekaligus. Pelanggan tidak akan datang kalau tidak ada desainernya, freelancer tidak akan mendaftar kalau tidak ada pelanggannya. Seperti terlur dan ayam, yang mana duluan?

Saya harus giat mensosialisasikan situs ini dan saya harus menggunakan cara berbayar untuk mengumpulkan pengunjung dan desainer. Untuk mengumpulkan keduanya dalam jumlah besar maka saya harus beriklan dan ini membutuhkan modal yang sangat besar dan saya tidak memiliki itu. Setelah sekian lama, tidak ada hal yang berkembang dari situs ini dan saya memutuskan untuk menutupnya dan mengganti dengan ide yang baru.

Saya memiliki ide untuk membuat situs dimana penulis dibayar dari iklan pada artikelnya. Singkat cerita situs launcing, dan ada beberapa penulis yang tertarik menulis disana dan mengirimkan artikel.

Belum sempat tulisan tersebut saya posting, akun Google AdSenese saya dibanned. Ini kemungkinan karena pengunjung iseng mengklik iklan untuk melihat apa yang akan terjadi. Sistem ini tidak bekerja karena iklan di internet kebanyakan adalah pay per click jadi sangat rawan penulis mengklik sendiri iklannya untuk mendapaktan uang sehingga akun dibanned.

Masa aktif domain Judala.com pun berakhir.

RIP

Judala.com

2013 – 2014

Saya memutuskan untuk membuat blog pribadi untuk membagikan pengetahuan dan pengalaman yang saya dapatkan dan pelajari. Saya mendaftarkan Mukhlisin.com kemudian situs sudah saya isi dengan sebuah tulisan. Namun saya menyadari sangat tidak menyenangkan jika tulisan-tulisan tidak didak ada yang membaca. Jika ingin dibaca dan ditemukan di internet, saya harus menggunakan SEO dan saya sudah menyerah mengenai SEO. Jika saya mensharing pengetahuan, kan ada yang lebih baik dalam menjelaskan, dan memiliki pengetahuan lebih banyak dan baik dari saya, mengapa saya perlu menulis? (lebih lanjut silahkan baca: [artikel belum ditulis]). Daripada saya menulis tanpa dibayar, lebih baik saya membuka jasa menulis artikel. Sayapun mengubah situs itu menjadi situs jasa menulis artikel dan mempromosikannya dengan menggunakan Google Ads. Wow cost per clic-nya sangat tinggi sekali. Oke, saya coba. Dan… saya rugi. Biaya iklan sangat tinggi, bahkan saya tidak mendapatkan seorang pelangganpun.

Sampai disini, saya tidak punya ide startup lagi dan bingung apa yang harus dilakukan. Masa ini saya mulai melakukan bermacam hal terkait dengan internet marketing namun menurut saya tidak begitu penting untuk diceritakan.

Saya punya ide startup yang telah lama saya miliki yaitu untuk membuat situs humor seperti 9Gag.com saya mulai melakukan riset bulan Februari 2018 dan tidak langsung memutuskan untuk membuatnya agar tidak terlalu terburu-buru. Saya khawatir kesalahan akan terjadi seperti ide-ide sebelumnya karena kurangnya perhitungan dan persiapan, jadi saya menunda membuatnya hingga 5 bulan setelahnya. Saya mulai riset dengan bertanya kepada orang-orang “penikmat meme” dan meme maker mengenai ide saya dan mereka semua mendukungnya.

Saya mulai situs Qocak.com dan mengajak 2 meme maker untuk ikut serta membangun website ini dan mereka cukup antusias sama halnya saya juga. Saat itu pengunjung melonjak mencapai 1200 dalam 3 hari saja. Saya sangat optimis ini akan berhasil. Saya mengajak seorang teman saya, seorang blogger untuk ikut serta membangun Qocak.com, namun ia menolak dengan halus meski tawaran saya adalah kepemilikan 50%. Ia tidak menjelaskan mengapa ia menolaknya dan memotivasi saya untuk melanjutkan situs tersebut. Namun saya mendesak untuk menjawabnya dan ia mengatakan bahwa ia pernah membuat situs serupa dengan domain Koplak.in dan akhirnya situs itu tutup, ia mengatakan bahwa ia menghabiskan waktu 1 tahun dalam kesia-siaan. Ia awalnya tidak mengatakan agar motivasi saya tidak hilang. Ia menyarankan untuk melanjutkan situs Qocak.com hingga berhasil. Namun setelah mendengar hal tersebut, saya menjadi down.

Semangat dan optimisme saya hilang. Saya mengatakan pesimisme tersebut kepada dua teman meme maker saya, dan ia cukup memahami, ia tidak memotivasi atau memberi saran. Saya tidak melakukan tindakan apapun setelah itu. Sebagai sebuah platform, mestinya kalau sistem ini bekerja, meme maker akan datang dan membuat konten dan juga pengunjung juga datang. Jadi saya biarkan situs itu berjalan sendiri untuk melihat apakah sistem ini bekerja atau tidak dan memasang ancang-ancang apa yang harus dilakukan selanjutnya. Pengunjung situs dan jumlah meme yang masuk naik walaupun tidak seperti awal launcing. Perlahan meme yang masuk dan pengunjung situs yang datang mulai sepi. Saya membiarkan situs itu berdiri selama 2 tahun sebelum menutupnya. Samapi artikel ini ditulis, situs Qocak.com masih ada dan bisa diakses.

Ada kejadian yang membuat pradigma saya berubah, yang bisa anda baca disini. Pradigma baru tersebut membuat saya melupakan ide passive invome, mendapat uang meski tidak bekerja. Jika anda perhatikan, situs-situs yang sudah saya buat diatas jika berhasil nantinya menghasilkan passive income dan ini merupakan salah satu motivasi saya.

Kemudian saya membuat situs Pakar.tech. Disini saya menjual skill saya mulai membuat web, desain, sosial media marketing, menulis dan lainnya. Dan saya mengiklankannya di Ads. Ternyata saya mendapatkan keuntungan yang cukup untuk hidup dan membayar kos. Selain itu saya jadi kenal klien saya yang nantinya dapat berguna untuk diajak kerjasama. Pakar.tech adalah sesuatu hal yang seharusnya saya mulai sejak dulu. Sampai saat ini situs tersebut masih berdiri.

Saat berselancar di Ads.id, saya menemukan orang yang menjual keanggotaan group PBN. PBN intinya adalah situs yang digunakan untuk menanam backlink agar situs mendapat rangking di Google. Masalah situs-situs yang saya bangun saat SMA adalah terkendala masalah backlink. Kali ini saya menemukan solusinya. Saya tertarik untuk membuat website lagi dan menggunakan SEO. Ini adalah kesempatan terakhir, setelah ini gagal lagi, saya akan benar-benar melupakan SEO.

Singkat cerita saya membangun 5 situs dan telah menanam backlik di group PBN. Dan… situs saya ada di halaman 50+ di pencarian Google, artinya rangking 500+ wow. Oke saya menyerah dan hanya akan menggunakan Google Ads saja. Kemudian saya memutuskan untuk menghubungi pemilik group PBN dan bertanya mengapa website saya tidak rangking dan ternyata saya melakukan kesalahan tertentu. Kemudian pemilik grup juga membuat group WA untuk sharing dan bertanya seputar SEO. Wow, ini yang saya inginkan dari dulu, berkumpul dengan orang yang jago SEO dan memiliki orang dekat untuk ditanyai seputar SEO. Saya tidak jadi untuk melupakan SEO. Sampai tulisan ini dibuat, saya mulai memperbaiki kesalahan saya tersebut dan berkecimpung kembali di SEO.

Kalau mau tahu perkembangan situs saya bisa buka:

Informasi tambahan

Joko Susilo dengan SMUO nya ternyata dengan skema menipu dan cukup ramai dibicarakan oleh internet marketer Indonesia.

SEO ajaran Anne Ahira sudah ketinggalan jaman dan tidak relevan saat saya pelajari dan praktekan.

Situs web penyedia jasa backlink yang saya gunakan untuk web memberishkanjerawatdengancepat.com sendiri mengalami deindex (pelanggaran berat dari Google sehingga dihapus dari pencarian Google) sekitar setahun setelah saya order.

Akhirnya ada 1 pembeli ebook dari link afiliasi yang saya bagikan di CaraBelajarHipnotis.com. Saya tidak tahu siapa dan kapan ia membelinya, sistem afiliasi berjalan secara otomatis. Namun belum saya ambil hingga hari ini karena minimum payout sebesar 100 ribu sedangkan keuntungan afiliasi tidak sampai segitu.

Orang terdekat saya seperti orang tua, keluarga, teman satu kamar di astama dan di kos tidak ada yang tau saya pernah melakukan hal diatas dan saya sebelumnya tidak pernah bercerita. Alasannya silahkan baca: kebenaran sekunder.

Saya bukan orang IT. Silahkan baca: Saya Diterima di Jurusan TI, Namun Saya Memilih PAI, Ini Alasannya

Baca kelanjutannya: Pelajaran yang bisa saya petik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *